Bujurnews, Sangatta – Brand fashion lokal By Yunra menghadirkan koleksi terbaru bertajuk “Capital Roots” dalam sebuah peragaan busana yang digelar di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutai Timur, Sabtu (7/3/2026). Koleksi ini mengangkat kekuatan akar budaya lokal yang dipadukan dengan desain modern di tengah perkembangan Kalimantan Timur sebagai wilayah strategis dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).
Fashion show tersebut menjadi ruang ekspresi bagi karya-karya kreatif berbasis budaya lokal yang tumbuh seiring perubahan dan perkembangan daerah. Melalui panggung ini, By Yunra memperkenalkan desain yang memadukan identitas budaya dengan gaya kontemporer.
Koleksi Capital Roots merupakan karya desainer Yusi Nudya, yang juga dikenal sebagai founder Komunitas Krast. Melalui brand By Yunra, ia secara konsisten menghadirkan karya fashion yang terinspirasi dari kekayaan budaya lokal dan menerjemahkannya ke dalam busana yang modern serta relevan dengan generasi masa kini.
Yusi Nudya menjelaskan, koleksi ini lahir dari gagasan bahwa kemajuan sebuah kota tidak boleh memutus hubungan dengan akar budaya yang telah lama tumbuh di dalam masyarakat.
“Capital Roots adalah pengingat bahwa di tengah lahirnya sebuah ibu kota baru, kita tetap memiliki akar budaya yang menjadi identitas kita. Dari akar itulah kita tumbuh, berkembang, dan melangkah menuju masa depan tanpa kehilangan jati diri,” ungkap Yusi.
Secara visual, koleksi ini menampilkan siluet modern dengan sentuhan wastra lokal yang dipadukan dengan material denim serta inspirasi motif dari kekayaan budaya Kalimantan Timur. Perpaduan bentuk kontemporer, tekstur kain, dan elemen tradisional menghadirkan tampilan yang elegan namun tetap memiliki karakter yang kuat.
Peragaan busana tersebut juga melibatkan berbagai pihak dalam industri kreatif lokal, mulai dari model, makeup artist, hingga komunitas dan pelaku UMKM kreatif yang turut berpartisipasi dalam penyelenggaraan acara.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa industri kreatif di daerah memiliki potensi besar untuk berkembang serta menjadi bagian dari wajah budaya modern Kalimantan Timur.
“Melalui koleksi ini, saya berharap karya fashion berbasis budaya lokal tidak hanya dikenal di tingkat daerah, tetapi juga mampu menembus panggung nasional hingga internasional,” pungkasnya. (ma/rc)




