DPRD Samarinda

Komisi III Soroti Banyaknya Lampu Jalan Mati, Warga Diminta Waspada Saat Melintas Malam Hari

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, yang minta masyarakat tetap waspada lantaran beberapa titik LPJU padam.(Rfh)

Bujurnews.com, Samarinda – Kondisi lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang padam di sejumlah titik Kota Samarinda menjadi perhatian serius DPRD Samarinda.

Minimnya penerangan di ruas jalan utama dinilai dapat membahayakan keselamatan pengendara sekaligus meningkatkan potensi tindak kriminal pada malam hari.

Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, meminta Pemerintah Kota Samarinda segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki LPJU yang tidak berfungsi di beberapa kawasan strategis kota.

Beberapa lokasi yang menjadi sorotan di antaranya kawasan Jembatan Mahkota II atau Jembatan Achmad Amins, Jalan Pahlawan, hingga Jalan Letjen S Parman di sekitar rumah jabatan wali kota.

Menurutnya, kondisi jalan yang gelap tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berisiko menimbulkan kecelakaan dan tindak kejahatan.

“Penerangan jalan sangat penting untuk keamanan masyarakat. Jangan sampai kondisi gelap dimanfaatkan pelaku kriminalitas,” ujarnya, Kamis (14/5/2026).

Deni mengungkapkan pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda guna mengetahui penyebab lambatnya penanganan LPJU yang rusak di sejumlah wilayah.

Berdasarkan penjelasan Dishub, padamnya lampu jalan di kawasan Jembatan Mahkota II disebabkan hilangnya kabel instalasi akibat pencurian yang terjadi beberapa waktu lalu.

Akibatnya, sistem penerangan di kawasan tersebut tidak dapat berfungsi secara normal.

Selain faktor pencurian, kerusakan infrastruktur lama juga menjadi kendala utama.

Sejumlah LPJU di Jalan Pahlawan dilaporkan mengalami gangguan karena usia instalasi yang sudah tua dan tidak lagi layak digunakan.

Bahkan, sebagian jaringan kabel bawah tanah disebut telah mengalami kerusakan setelah digunakan lebih dari satu dekade.

Kondisi itu membuat perbaikan tidak bisa dilakukan secara sederhana dan membutuhkan penggantian menyeluruh.

“Banyak instalasi lama yang memang harus diremajakan total karena sudah tidak efektif lagi,” katanya.

Politikus Partai Gerindra itu menilai persoalan penerangan jalan seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah daerah, terutama di tengah upaya mempercantik wajah Kota Samarinda melalui berbagai program penataan kawasan perkotaan.

Menurutnya, konsep pembangunan kota modern harus dibarengi dengan fasilitas dasar yang memadai, termasuk penerangan jalan bagi masyarakat pengguna jalan pada malam hari.

Dia menegaskan, jangan sampai pembangunan hanya berfokus pada estetika kota, sementara aspek keamanan dan kenyamanan masyarakat justru terabaikan.

Di sisi lain, Dishub Samarinda dikabarkan masih menghadapi keterbatasan anggaran untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.

Kebijakan efisiensi keuangan daerah disebut berdampak pada tertundanya sejumlah program pemeliharaan dan penggantian instalasi LPJU.

Meski demikian, DPRD meminta pemerintah tetap mengutamakan perbaikan di titik-titik rawan kecelakaan, kawasan padat kendaraan, serta jalur dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.

Komisi III DPRD Samarinda pun menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut agar penanganan LPJU dapat segera direalisasikan demi menjaga keamanan dan kenyamanan warga Kota Samarinda. (Rfh/Adv/DPRD Samarinda)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button