Relawan Jadi Garda Depan Karhutla, DPRD Samarinda Dorong Dukungan Tanggap Darurat

Bujurnews.com, Samarinda – Kebakaran lahan sekitar 20 hektare di kawasan Pelita menjadi perhatian DPRD Kota Samarinda di tengah kondisi kemarau. Peristiwa tersebut dinilai menjadi pengingat agar pemerintah, relawan dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan untuk mencegah kejadian serupa meluas ke wilayah lainnya.
Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan penanganan kebakaran di kawasan tersebut telah melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama masyarakat dan relawan yang turun langsung ke lapangan.
“Pemerintah melalui BPBD bersama masyarakat dan para relawan kemarin sudah terlibat langsung dalam penanganan. Harapan kita kondisinya sudah dapat diatasi dan wilayah lain juga bisa terus kita jaga,” ujar Helmi.
Menurutnya, kondisi lingkungan yang kering selama kemarau membuat potensi kebakaran perlu diwaspadai. Upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan TNI, relawan hingga masyarakat untuk mengawasi lingkungan masing-masing.
DPRD juga memberikan perhatian terhadap peran relawan yang selama ini membantu penanganan kebakaran di lapangan. Keberadaan mereka dinilai penting karena dapat memperkuat respons pemerintah ketika terjadi kebakaran, terutama di lokasi yang membutuhkan penanganan cepat.
Karena itu, Helmi membuka peluang pemberian dukungan melalui mekanisme anggaran tanggap darurat. Pengelolaannya nantinya berada pada perangkat daerah terkait, terutama BPBD, dengan terlebih dahulu melihat kebutuhan di lapangan.
“Kalau berbicara soal anggaran, tentu mekanismenya bersifat darurat. Nantinya perangkat daerah terkait yang mengelola, terutama BPBD,” katanya.
Bentuk dukungan kepada relawan akan disesuaikan dengan kebutuhan serta mekanisme yang berlaku. Pemkot Samarinda bersama DPRD akan mempertimbangkan kebutuhan tersebut agar keterlibatan masyarakat dalam penanganan kebakaran dapat semakin optimal.
“Pemerintah Kota Samarinda bersama DPRD akan melihat kemungkinan dukungannya melalui anggaran tanggap darurat,” pungkas Helmi.
DPRD berharap kejadian kebakaran lahan di kawasan Pelita menjadi momentum untuk memperkuat pencegahan selama musim kemarau. Sinergi pemerintah, BPBD, TNI, relawan dan masyarakat diperlukan agar potensi kebakaran dapat diketahui lebih awal dan ditangani sebelum meluas.
(Rir/Adv DPRD Samarinda)