Komisi II Ingatkan Pentingnya Kedisiplinan Seluruh Pihak Pasar Pagi

Bujurnews.com, Samarinda – Dalam konteks pengelolaan aset daerah, Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi mengingatkan pentingnya kedisiplinan seluruh pihak yang beraktivitas di Pasar Pagi.
Ia menilai kepatuhan pedagang terhadap kewajiban retribusi dan berbagai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pengelolaan pasar.
Iswandi menegaskan, lapak yang ditempati pedagang merupakan bagian dari fasilitas pasar milik pemerintah.
Karena itu, penggunaannya harus tetap mengikuti aturan yang berlaku.
“Jangan sampai ada anggapan lapak itu milik pribadi. Semua harus berjalan sesuai aturan karena ini aset pemerintah yang dikelola untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya pada Sabtu (12/9/2026).
Ia bahkan menilai besarnya anggaran yang harus disiapkan pemerintah untuk menutup kebutuhan operasional dapat ditekan apabila pengelolaan pasar dilakukan secara lebih optimal.
Menurutnya, efisiensi pengelolaan tersebut pada akhirnya dapat membuka ruang bagi pemerintah untuk mengalokasikan anggaran pada kebutuhan publik lainnya.
Meski menyoroti kewajiban dan tata kelola, Iswandi mengatakan persoalan yang dihadapi pedagang juga tidak boleh diabaikan.
Keluhan mengenai kondisi pasar yang belum ramai, kebutuhan listrik, maupun akses menuju lantai dua harus tetap diperhatikan pemerintah.
Sebab, kenyamanan fasilitas dan kemudahan akses dinilai berkaitan dengan upaya mendorong aktivitas perdagangan di dalam gedung.
Dia menjelaskan, pengelolaan Pasar Pagi berada di bawah kewenangan Dinas Perdagangan.
Namun, setiap kebijakan yang diterapkan tetap perlu mempertimbangkan kondisi nyata yang dihadapi pedagang.
Menurutnya, aspirasi pedagang dapat menjadi bahan bagi pemerintah dalam menentukan bentuk pembenahan maupun pengaturan yang diperlukan.
“Silakan dilakukan pengaturan sesuai kewenangan yang ada. Tetapi aspirasi pedagang juga harus didengar agar solusi yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan,” pungkasnya.
Dengan demikian, pembenahan Pasar Pagi Samarinda tidak hanya berkaitan dengan peningkatan fasilitas fisik.
Pengelolaan aset, efisiensi biaya operasional, kepatuhan terhadap retribusi, serta penciptaan kondisi perdagangan yang nyaman menjadi sejumlah aspek yang perlu berjalan secara beriringan agar fungsi pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi dapat kembali optimal.(Adv/Rfh)