AdvertorialPemkab Penajam Paser Utara

Gaya Hidup dan Aktivitas Fisik Jadi Pengaruh Risiko Diabetes

Foto: Dokter penyakit dalam, RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) dr. Ony Wiraswati

PENAJAM – Diabetes atau “Kencing Manis” kini tidak lagi hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada kalangan usia muda.

Dokter penyakit dalam, RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) dr. Ony Wiraswati, mengungkapkan, meskipun mayoritas pasien diabetes di Kecamatan Penajam berusia 45 hingga 70 tahun, beberapa kasus juga ditemukan pada anak muda.

“Penyakit ini tidak hanya dialami oleh orang tua, baru-baru ini kami merawat pasien berusia 19 tahun,” ucap Ony, Selasa (8/10).

Dia menekankan, gaya hidup menjadi faktor penting yang memicu timbulnya diabetes. Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan makanan tinggi karbohidrat bisa meningkatkan risiko penyakit ini.

“Tidak hanya bersumber dari gula murni saja, makanan seperti tepung, singkong, dan ubi, jika dikonsumsi berlebihan akan menjadi gula dalam tubuh,” jelasnya.

Dikatakan menjaga pola makan sangat penting untuk diperhatikan, terutama dalam membatasi gula dan menyeimbangkan dengan berolahraga sebagai langkah pencegahan.

“Konsumsi makanan manis dan aktivitas fisik yang rutin seperti olahraga sangat penting untuk menjaga kesehatan,” tambahnya.

Selain gaya hidup, Ony juga mengingatkan bahwa faktor genetik turut berperan dalam risiko diabetes. Mereka yang memiliki keluarga dengan riwayat diabetes berpeluang lebih besar untuk terkena penyakit ini.

“Jika ada anggota keluarga yang mengidap diabetes, risiko kita otomatis lebih tinggi. Namun, menjaga pola makan sehat dan berolahraga dapat membantu menurunkan risiko tersebut,” katanya.

Dikatakan, meskipun sudah terdiagnosis diabetes, yang terpenting adalah upaya untuk mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi. (adv/ape)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button