PAMA Gelar Pelatihan Manajemen Bahan Baku dan SOP untuk 30 UMKM Sangatta dan Bengalon
Bujurnews, Sangatta – Komitmen memperkuat daya saing pelaku usaha lokal kembali ditunjukkan PT Pamapersada Nusantara melalui pelatihan Manajemen Bahan Baku dan Standarisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
Pelatihan yang berlangsung secara daring pada 23–24 Februari 2026 itu diikuti sebanyak 30 pelaku UMKM dari wilayah Sangatta dan Bengalon.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pihak yang terlibat dalam program pembinaan UMKM, di antaranya Departemen Head CSR PAMA site KPC Coal Mining Project Agung Dwi Ananto Jati, Koordinator LPB PAMA Banua Etam Hendra, serta instruktur pelatihan Guwendo.
Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam mengelola bahan baku secara efektif dan efisien, mulai dari perencanaan kebutuhan, sistem penyimpanan, hingga pengendalian penggunaan bahan baku dalam proses produksi.
Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan menyusun dan menerapkan SOP yang terstruktur dan konsisten, guna meningkatkan kualitas produk, efisiensi kerja, serta meminimalkan kesalahan operasional.
Departemen Head CSR PAMA site KPC Coal Mining Project, Agung Dwi Ananto Jati, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemberdayaan UMKM binaan perusahaan agar mampu mengelola usaha secara lebih profesional.
“Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM dapat meminimalkan penumpukan bahan baku serta menjalankan proses produksi yang lebih terstandar dan efisien,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Ikhvani Wulandari, pemilik Vay Farm, mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan baru yang bermanfaat bagi pengembangan usahanya di bidang peternakan.
“Manajemen bahan baku dan standarisasi SOP ini sangat membantu saya dalam mengelola usaha, terutama untuk mengidentifikasi bahan baku yang harus digunakan lebih dahulu serta meningkatkan efisiensi kerja,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini, PAMA berharap para UMKM binaan mampu mengelola persediaan bahan baku secara lebih terencana, menekan biaya produksi, menjaga kualitas produk, serta membangun sistem kerja yang lebih rapi dan berkelanjutan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. (soc/rc)




