HeadlineNasional

Gus Dur Resmi Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional pada Peringatan Hari Pahlawan

Bujurnews.com – Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-4 RI, Gus Dur, melalui upacara yang dilaksanakan pada Senin ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Istri beliau, Sinta Nuriyah Wahid, beserta keluarga mewakili pihak keluarga di acara penyerahan resmi.

Penetapan gelar dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 116/TK Tahun 2025 mengenai Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Dalam acara itu, Presiden Prabowo Subianto menyerahkan penghargaan secara langsung kepada keluarga almarhum Gus Dur.

Gus Dur menjabat Presiden RI dari 1999 hingga 2001, setelah dipilih melalui mekanisme di Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR) dan sebelum akhirnya dimakzulkan pada Juli 2001.
Selain jabatan kenegaraan, beliau adalah tokoh pesantren, cucu dari pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari dan putra dari Wahid Hasyim. Gus Dur pernah memimpin PBNU sebagai Ketua Umum.

Dalam masa kepresidenannya, mistar pluralisme dan toleransi beliau ditonjolkan, salah satunya lewat pencabutan Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967 yang selama ini melarang perayaan Imlek, serta pengakuan terhadap hak-hak etnis Tionghoa di Indonesia.

Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas jasa besar Gus Dur dalam memperkuat keragaman, kebebasan beragama, dan persatuan bangsa. Sebelumnya, usulan gelar Pahlawan Nasional untuk Gus Dur telah muncul dari berbagai pihak, termasuk fraksi-fraksi di MPR, yang menilai bahwa beliau layak karena komitmennya terhadap pluralisme dan upayanya menghapus batasan “pribumi/non-pribumi”.

Dalam upacara hari ini juga diumumkan penetapan gelar Pahlawan Nasional untuk sembilan tokoh lainnya, antara lain mantan Presiden ke-2 RI Soeharto, mantan Menteri Luar Negeri sekaligus Rektor Universitas Padjadjaran Mochtar Kusumaatmadja, dan aktivis buruh era Orde Baru Marsinah.

Dengan penganugerahan ini, Pemerintah berharap bahwa warisan pemikiran dan aksi Gus Dur termasuk keberpihakannya kepada minoritas, komitmen pada demokrasi berbasis kemanusiaan, dan keberanian dalam menghormati keragaman—akan terus menjadi teladan bagi generasi mendatang.

Meskipun demikian, beberapa pihak mencatat bahwa perjalanan pengusulan gelar Gus Dur sempat menemui hambatan administratif dan politis dalam beberapa tahun terakhir.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button