AdvertorialDPRD Kaltim

Polemik Seleksi KPID, DPRD Kaltim Perkuat Konsolidasi untuk Ambil Keputusan Final

Bujurnews.com, Kaltim – Polemik terkait hasil uji kelayakan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kaltim periode 2025–2028 mendorong DPRD Kalimantan Timur memperkuat konsolidasi antarfraksi. Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menyatakan lembaga legislatif akan melakukan pembahasan internal menyusul permintaan Fraksi PKB agar keputusan seleksi dibatalkan.

Hasanuddin menjelaskan bahwa keputusan Komisi I memang telah diumumkan secara resmi kepada publik. Namun, ia menilai perlu ada ruang dialog agar seluruh fraksi memahami kronologi proses serta alasan tidak hadirnya PKB dalam tahapan seleksi.

Hasanuddin menuturkan bahwa ketidakterlibatan PKB bukan disebabkan oleh tertutupnya proses, melainkan kondisi Ketua Komisi I Selamat Ari Wibowo yang sakit dalam jangka waktu panjang. “Kondisi beliau membuat banyak agenda komisi tidak bisa diikuti langsung oleh perwakilan PKB,” ujar Hasanuddin dalam kesempatan tersebut.

Ia mengakui DPRD masih perlu memperbaiki pola koordinasi agar tidak terjadi ketidaksinkronan antarfraksi dalam agenda penting. Menurutnya, kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat pola komunikasi, terutama dalam proses seleksi lembaga publik yang membutuhkan legitimasi luas.

Terkait desakan pembatalan hasil seleksi, Hasanuddin menyatakan bahwa opsi tersebut akan dibahas secara formal dalam rapat gabungan. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan harus sesuai aturan dan tidak boleh diambil terburu-buru. “Kita tidak ingin keputusan ini menimbulkan gesekan yang berlarut,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap proses seleksi KPID. Menurutnya, keterbukaan dan kepastian prosedur menjadi prinsip utama agar lembaga penyiaran daerah memiliki anggota yang kredibel dan terpilih melalui mekanisme yang benar.

DPRD Kaltim berencana menggelar pertemuan antarfraksi dan pimpinan DPRD dalam waktu dekat untuk memutuskan langkah resmi yang akan ditempuh. Konsolidasi tersebut diharapkan menjadi jalan tengah agar polemik seleksi KPID tidak merusak dinamika internal lembaga. (Adv/Rir)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button