KotaKutimPolri

Operasi Zebra Mahakam Kutim 2025: Dominasi Pelanggaran Helm dan Turunnya Angka Fatalitas

Bujurnews, Kutai Timur – Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menyampaikan secara langsung hasil pelaksanaan Operasi Zebra Mahakam 2025 yang berlangsung pada 17–30 November 2025. Hal itu ia ungkapkan dalam konferensi pers di Ruang Auditorium Polres Kutim, Selasa (2/12/2025).

“Selama Operasi Zebra Mahakam 2025, kami menindak sebanyak 301 pelanggaran. Terdiri dari 189 tilang dan 112 teguran tertulis. Angka ini naik 23 persen dibandingkan tahun 2024,” ujar AKBP Fauzan.

Ia menjelaskan bahwa penindakan dilakukan secara represif melalui giat Gakkum Lantas dengan metode selektif prioritas.

“Tilang kami lakukan menggunakan ETLE Handheld atau ETLE Mobile. Sedangkan tilang manual dilaksanakan bersama seluruh stakeholder terkait,” jelasnya.

Kapolres juga merinci jenis-jenis pelanggaran yang ditemukan selama operasi. Diantaranya yaitu jenis pelanggaran pengendara sepeda motor (R2) yang didominasi oleh tidak menggunakan helm SNI (Standar Nasional Indonesia) sebanyak 160 pelanggar.

Sementara itu, untuk kendaraan roda empat (R4), pelanggaran terbanyak adala tidak melengkapi surat-surat kendaraan sebanyak 24 pelanggara dan tidak menggunakan sabuk keselamatan sebanyak 3 pelanggar.

Kapolres menegaskan bahwa tidak menggunakan helm SNI masih menjadi masalah utama, sebagaimana diatur dalam Pasal 291 ayat 1 jo Pasal 106 (8) UU No. 22 Tahun 2009, dengan ancaman kurungan 1 bulan atau denda hingga Rp250.000.

“Pelanggar sebagian besar didominasi usia 20 sampai 35 tahun, dengan mayoritas berstatus karyawan swasta, dan paling banyak ditemukan di Jl. Yos Sudarso 1, 2, 3, dan 4,” tambahnya.

Dalam paparannya, Kapolres juga menyampaikan bahwa selama operasi hanya terjadi satu kasus kecelakaan.

“Satu korban mengalami luka berat dan kerugian material mencapai dua puluh juta rupiah,” ujarnya.

Ia membandingkan dengan tahun sebelumnya. Pada 2024, kejadian laka lantas sama-sama satu, tetapi ada satu korban meninggal dunia, tiga luka berat, dua luka ringan, serta kerugian material tiga puluh juta rupiah.

“Dari data tersebut, dapat kami simpulkan bahwa fatalitas kecelakaan tahun ini menurun. Korban meninggal turun seratus persen, luka berat turun tujuh persen, luka ringan turun seratus persen, dan kerugian material berkurang sepuluh juta rupiah atau tiga puluh tiga persen,” tutupnya. (Ma/ja)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button