Perkuat Kesiapsiagaan Cuaca Ekstrem, Agusriansyah Ajak Pemerintah Susun Mitigasi Banjir Berbasis Data

Bujurnews.com, Kaltim – Banjir yang melanda enam kecamatan di Kutai Timur kembali menjadi perhatian DPRD Kaltim. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menilai peristiwa tersebut harus menjadi titik balik penyusunan mitigasi bencana yang lebih terukur dan berbasis data, terutama di tengah meningkatnya intensitas cuaca ekstrem.
Peristiwa banjir terhitung sejak Minggu (7/12/2025) hingga Rabu (10/12/2025) di sejumlah kecamatan seperti Karangan, Muara Wahau, Telen, Kongbeng, Batu Ampar, dan Bengalon. Ribuan warga terdampak, sementara akses logistik di beberapa titik sempat terhambat.
Dalam keterangannya, Agusriansyah menyampaikan apresiasi atas pendistribusian bantuan yang dinilai berjalan cukup baik berkat kerjasama pemerintah daerah, komunitas, dan relawan. Menurutnya, kecepatan respon tersebut sudah menunjukkan kesiapan dasar dalam penanganan bencana. Namun ia menegaskan bahwa langkah responsif saja tidak cukup. “Bantuan sudah jalan, tapi akar masalahnya harus kita pecahkan bersama,” ungkapnya.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan untuk memprioritaskan analisis penyebab banjir berulang di Kutim. Menurutnya, kebijakan pemerintah harus memperhitungkan faktor lingkungan, tata ruang, serta kondisi hidrologi wilayah. “Kalau tidak berbasis data, kebijakan mitigasi hanya bersifat reaktif dan tidak menyelesaikan persoalan,” jelasnya.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati menghadapi cuaca ekstrem sesuai peringatan BMKG. Katanya, kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana juga menjadi bagian penting dalam mengurangi dampak. “Mitigasi bukan hanya urusan pemerintah, tetapi urusan kita semua,” tambahnya.
Agusriansyah turut mendorong pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar memperkuat sinergi dalam penyusunan rencana jangka panjang pengendalian banjir. Ia yakin, dengan koordinasi lintas sektor yang solid, Kutai Timur dapat memiliki sistem mitigasi yang lebih adaptif. “Kita harus berpikir untuk puluhan tahun ke depan, bukan hanya menyelesaikan banjir yang hari ini terjadi,” tegasnya.
Ia berharap pembenahan kebijakan mitigasi dapat segera direalisasikan demi keamanan warga serta keberlanjutan pembangunan di wilayah Kutim. (Adv/Rir)




