Ini Potensi Ekonomi Kabupaten Kutai Timur yang Menguntungkan Menurut Pengusaha
Bujurnews, Sangatta – Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, dinilai memiliki potensi besar di berbagai sektor strategis sejak masa lalu, saat ini, hingga masa mendatang. Dengan luas wilayah dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, Kutim disebut sebagai salah satu daerah dengan potensi ekonomi terbesar di Provinsi Kalimantan Timur.
Saat ini, Kutim dinilai menjadi salah satu motor penggerak ekonomi di Kaltim dengan data pertumbuhannya yang boleh jadi disebut impresif. Ekonomi kabupaten ini pada 2024 tumbuh sebesar 9,82 persen. Yang pada sektor pertambangan, dengan ditopang oleh minyak, gas, dan batubara, menyumbang sekitar 72,9 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Di mana diketahui, Kutim turut menjadi salah satu pemasok batubara terbesar secara nasional.
Ketua Dewan Presidium Pengusaha Kutim Hebat, Abdul Haris menyampaikan, kekuatan utama Kutim terletak pada sektor perkebunan dan pertanian. Sebagai daerah dengan kondisi tanah yang subur dan wilayah yang luas, Kutim memiliki potensi pengembangan komoditas seperti kelapa sawit, kakao, pisang, nanas, serta padi ladang lokal.
Selain itu, sektor perikanan dan kelautan juga dinilai menjanjikan. Dengan wilayah perairan laut hingga 0-4 mil, Kutim memiliki sumber daya hayati yang besar, namun hingga kini belum sepenuhnya dikelola secara optimal.
“Potensi ini bisa menjadi salah satu penopang ekonomi daerah bila didukung kebijakan yang tepat dan tentunya berkelanjutan,” ucap Haris.
Di sektor pariwisata, seni, dan budaya, Kutai Timur juga memiliki kekayaan adat istiadat dan kearifan lokal yang beragam. Potensi tersebut, menurut Haris, perlu dieksplorasi lebih serius, baik sebagai sumber pendapatan daerah maupun sebagai sarana promosi budaya di tingkat nasional dan internasional.
Pengembangan industri rumah tangga dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut menjadi perhatian Haris selaku pengusaha lokal. Komoditas unggulan daerah seperti sawit, nanas, dan kakao dapat diolah melalui program hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah dan membuka lapangan kerja baru. Menurut Haris, fokus pemerintah daerah pada penguatan industri hilir perkebunan akan berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
“Apalagi Kutim ini punya cadangan batu bara yang diperkirakan sampai 5 miliar ton. Tapi, sumber daya alam ini bersifat tidak terbarukan makanya kita perlu strategi pengelolaan yang bijak agar manfaatnya dapat dirasakan terus-menerus,” bebernya.
Ke depan, lanjutnya, tantangan utama pembangunan Kutun adalah memastikan ekosistem pemanfaatan potensi daerah berjalan tepat sasaran. Itu juga tentu harus didukung pemerataan pembangunan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Dengan bonus demografi dan luas wilayah yang dimiliki, Kutim akan berpeluang untuk sejajar dengan kabupaten lain yang lebih dulu maju,” tuturnya.
Haris berharap berbagai program pembangunan, termasuk gagasan “50 Program ARMY (Ardiansyah-Mahyunadi)”, dapat menjadi jawaban atas dinamika dan tantangan kabupaten ini ke depannya. Baik kemarin, hari ini, maupun di masa yang akan datang. (rc)




