
Pemkab Kutim dan KONI persiapkan kontingen untuk Porprov Kaltim 2026 di Paser.
Bujurnews, Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII yang akan digelar di Kabupaten Paser pada 14 November 2026. Penguatan kontingen menjadi fokus utama dalam rapat awal yang dipimpin Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi.
Dalam rapat tersebut, Mahyunadi yang ditunjuk sebagai Ketua Kontingen menyampaikan optimismenya terhadap peluang Kutim untuk meningkatkan prestasi. Ia menargetkan kontingen Kutim mampu menembus tiga besar, setelah pada Porprov sebelumnya di Berau hanya berada di peringkat keempat.
“Kalau melihat posisi kita sebelumnya di peringkat empat, peluang untuk naik itu sangat terbuka. Tinggal bagaimana kita bekerja lebih maksimal dan solid,” ujar Mahyunadi.
Ia menegaskan bahwa kunci utama untuk mencapai target tersebut adalah kekompakan seluruh elemen kontingen. Menurutnya, semua pihak harus mengesampingkan kepentingan pribadi dan fokus pada kemajuan olahraga daerah serta prestasi atlet.
Mahyunadi juga mengapresiasi keterlibatan berbagai tokoh dan unsur dalam struktur kepengurusan kontingen yang dinilai sudah cukup ideal karena mewakili berbagai kekuatan. Namun, ia mengingatkan agar banyaknya pihak yang terlibat tidak justru memicu konflik internal.
“Saya mohon semua yang masuk dalam pengurus benar-benar menjadi motor penggerak, bukan sebaliknya menjadi pemicu perpecahan,” tegasnya.
Selain aspek kekompakan, ia menyoroti pentingnya peningkatan kualitas atlet. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menggelar rapat maraton bersama seluruh cabang olahraga (cabor) untuk mengevaluasi kesiapan atlet serta menyusun strategi menghadapi kompetisi.
Di sisi lain, kesiapan anggaran dan logistik juga menjadi perhatian serius. Untuk Porprov VIII, Kutim mengalokasikan anggaran sekitar Rp26,5 miliar yang akan difokuskan pada kebutuhan krusial seperti konsumsi, transportasi, akomodasi, hingga perlengkapan atlet.
“Pengelolaan anggaran harus efektif dan efisien, karena sangat berpengaruh terhadap performa atlet di lapangan,” katanya.
Mahyunadi juga menyinggung soal bonus bagi atlet berprestasi yang dinilai mampu meningkatkan motivasi sekaligus daya saing. Ia menyebutkan kemungkinan bonus untuk peraih medali emas tetap berada di kisaran Rp50 juta, seperti pada ajang sebelumnya.
“Bonus ini penting, bukan hanya memotivasi atlet kita, tapi juga bisa menjadi daya saing dengan daerah lain,” pungkasnya. (ma/rc)




