DPRD Samarinda

Kisah Mandala Jadi Alarm, DPRD Samarinda Minta Data Bantuan Sosial Dibersihkan

Ilustrasi

Bujurnews, Samarinda – Meninggalnya seorang pelajar SMK di Samarinda yang belakangan menjadi perhatian publik memunculkan desakan agar pemerintah memperkuat akurasi pendataan warga penerima bantuan sosial. DPRD Kota Samarinda menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi terhadap sistem perlindungan sosial yang selama ini berjalan.

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan pemerintah perlu memastikan program bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi rentan. Menurutnya, validitas data menjadi faktor utama agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

Ia menilai kasus yang menimpa Mandala Rizky Syahputra menjadi pengingat bahwa masih ada kemungkinan masyarakat yang membutuhkan belum sepenuhnya terjangkau oleh program pemerintah. Karena itu, pembenahan data sosial harus menjadi prioritas agar kelompok rentan tidak terlewat dalam proses penyaluran bantuan.

Menurut Ismail, evaluasi tidak cukup dilakukan oleh satu instansi saja. Diperlukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan data kemiskinan dan kondisi sosial masyarakat selalu diperbarui sesuai keadaan terbaru di lapangan.

“Pendataan harus benar-benar akurat. Jangan sampai ada warga yang seharusnya mendapatkan perhatian justru tidak masuk dalam basis data penerima bantuan,” ujarnya.

Perhatian DPRD muncul setelah kisah kehidupan Mandala ramai diperbincangkan masyarakat. Siswa kelas XI SMKN 4 Samarinda tersebut diketahui tinggal bersama ibunya yang bekerja mencari nafkah seorang diri setelah kepergian kepala keluarga beberapa tahun lalu.

Dari informasi yang disampaikan keluarga, keterbatasan ekonomi membuat berbagai kebutuhan sehari-hari harus dipenuhi secara sederhana. Kondisi tersebut kemudian memunculkan perhatian publik yang mempertanyakan efektivitas sistem pendataan dan jangkauan program bantuan sosial bagi masyarakat kurang mampu.

Meski demikian, DPRD mengingatkan agar seluruh pihak tetap menunggu informasi resmi terkait penyebab meninggalnya Mandala. Hingga saat ini belum terdapat keterangan medis yang menjelaskan secara pasti faktor yang menyebabkan wafatnya pelajar tersebut.

DPRD Samarinda berharap peristiwa ini menjadi bahan introspeksi bersama bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sistem perlindungan sosial. Dengan pendataan yang lebih akurat dan respons yang lebih cepat terhadap warga rentan, program bantuan diharapkan mampu menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan dan mencegah persoalan serupa terjadi di masa mendatang. (Adv/DPRD Samarinda)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button