Kota

Kelurahan Prapatan Ubah Sampah Organik Jadi Maggot, Budidaya Ikan hingga Telur

Bujurnews.com, Balikpapan — Sampah rumah tangga di Kelurahan Prapatan, Kecamatan Balikpapan Kota, tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan sementara (TPS). Sebagian sampah organik justru dimanfaatkan untuk menghasilkan maggot yang kemudian dikembangkan menjadi pakan ikan dan ternak.

Program tersebut dijalankan melalui Rumah Budidaya Maggot yang berada di wilayah Kelurahan Prapatan.

Diwawancarai awak media, Lurah Prapatan Reza Dipa Pradeka mengatakan, keberadaan rumah budidaya itu kini tidak hanya diarahkan untuk mengolah sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat.

Menurut Reza, warga dan sejumlah toko di sekitar Jalan Prapatan dapat menyerahkan sampah organiknya untuk diolah. Sampah tersebut kemudian diberikan kepada larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau maggot.

“Jadi sampah yang biasanya dianggap tidak bernilai kita coba olah supaya menghasilkan. Sampah organik itu kita berikan ke maggot, kemudian maggotnya bisa dimanfaatkan kembali untuk pakan ikan dan ayam,” kata Reza, Senin (21/9/2026).

Dari proses tersebut, Rumah Budidaya Maggot kini juga mengembangkan ternak ikan serta ayam petelur dan ayam kampung. Hasilnya berupa ikan dan telur nantinya dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat.

Reza mengatakan, konsep yang dikembangkan pihaknya memang diarahkan membentuk siklus pemanfaatan sampah yang berkelanjutan. Dengan demikian, pengolahan sampah tidak berhenti pada upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS.

“Fokus kami memang bagaimana siklusnya berjalan. Sampah diambil dari masyarakat, kemudian diolah menjadi maggot. Maggot dipakai untuk pakan ikan dan ayam, lalu hasilnya seperti ikan dan telur kembali lagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Program tersebut mulai berjalan sekitar awal 2026. Selain menghasilkan maggot, sisa pengolahan yang disebut kasgot juga dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Pupuk tersebut kemudian digunakan kader PKK untuk menanam tanaman obat keluarga (toga) di sejumlah titik di wilayah Prapatan.

Reza menilai konsep tersebut menjadi salah satu solusi yang dapat diterapkan di kawasan perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Rumah Budidaya Maggot sendiri berdiri di lahan yang relatif kecil, namun mampu dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan produktif.

Ke depan, Kelurahan Prapatan berencana memperluas manfaat program tersebut dengan melibatkan lebih banyak rumah warga.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya membuang sampah, tetapi mulai memilah dan peduli dengan sampah yang mereka hasilkan. Kalau dipilah, sebagian bisa diolah dan memiliki nilai tambah,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button