Kota

DKUMKMP Dorong UMKM Balikpapan Manfaatkan Program KUR Rp100 Juta Tanpa Jaminan Milik Pemerintah

Bujurnews.com, Balikpapan – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perindustrian (DKUMKMP) Balikpapan tengah mendorong pelaku usaha mikro dan kecil mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Kepala DKUMKMP Balikpapan Heruressandy mengatakan, salah satu upaya yang sedang disiapkan yakni membuka akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) pemerintah dengan nilai hingga Rp100 juta tanpa jaminan.

Menurutnya, akses pembiayaan tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk mempertahankan maupun mengembangkan usahanya.

“Iya, makanya kami lagi mencoba akses pembiayaan lewat KUR-nya pemerintah yang tanpa jaminan sampai dengan 100 juta, sebesar 6 persen itu,” kata Heruressandy, Kamis (24/9/2026).

Heruressandy menjelaskan, pihaknya sedang berupaya membuka akses melalui Kementerian Keuangan. Nantinya, akses tersebut diharapkan dapat menghubungkan pelaku usaha dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Skema tersebut diharapkan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha mikro yang memenuhi persyaratan untuk mendapatkan tambahan modal.

“Kami lagi coba akan buka akses ke Kementerian Keuangan, dan nanti akses Kementerian Keuangan ini nanti menghubungkan dengan Himpunan Perbankan Negara (Himbara) itu,” ujarnya.

Ia mengatakan, apabila mekanisme tersebut sudah terhubung dan pelaku usaha memperoleh rekomendasi, proses mendapatkan pembiayaan diharapkan menjadi lebih mudah.

“Nah kalau itu sudah ter-connect dan mereka bisa diberikan rekomendasi, harusnya mereka nanti dimudahkan untuk mendapatkan tambahan bantuan biaya untuk permodalan,” jelasnya.

Heruressandy menyebut nilai pembiayaan yang disiapkan dapat mencapai Rp100 juta tanpa jaminan. Namun, di sisi lain, DKUMKMP juga masih memantau keberlangsungan usaha mikro dan kecil di Balikpapan.

Menurutnya, dari sisi perizinan justru terlihat adanya peningkatan. Pengajuan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS) yang diproses melalui DPMPTSP terus bertambah. Kondisi tersebut juga terlihat dari bertambahnya usaha baru di lapangan, seperti kafe dan warung.

“Yang jelas kalau pasarnya tadi kami siapkan, artinya mulai dari banyak event terus diikutkan banyak kegiatan, harusnya mereka masih bertahan sampai dengan hari ini,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui keberlangsungan usaha tidak hanya dapat dilihat dari jumlah perizinan. Produksi dan pemasaran menjadi faktor penting yang menentukan apakah sebuah usaha dapat terus bertahan.

Heruressandy menilai pelaku usaha yang mampu mencari jenis produk maupun pasar baru memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan usahanya.

“Kalau mereka bisa mencari jenis yang lainnya, mungkin mereka masih bisa bertahan sampai dengan saat ini,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button