
Foto: Konferensi pers di Diskominfo Kaltim, terkait Polemik angka 450 juta untuk “Laundry” di lingkungan Rumah jabatan (Rujab) Gubernur Kaltim (Dok:Beritakutim)
Bujurnews, Samarinda – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Biro Umum Setdaprov Kalimantan Timur, Astri Intan Nirwany, memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai anggaran sebesar Rp450 juta per tahun yang disebut-sebut digunakan untuk jasa cuci pakaian kepala daerah.
Astri menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar. Ia menjelaskan, angka Rp450 juta merupakan total anggaran yang mencakup berbagai kebutuhan kerumahtanggaan dan operasional kedinasan, bukan hanya untuk jasa laundry pakaian kepala daerah.
“Kalau melihat angka yang beredar, itu sebenarnya merupakan total kebutuhan yang sudah kami susun. Dalam prosesnya, memang ada penyesuaian dan pengelompokan anggaran sesuai dengan kebutuhan masing-masing item,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, penyusunan anggaran tersebut dilakukan pada akhir tahun 2025 dengan mempertimbangkan kebutuhan riil di lapangan.
Ia juga menekankan bahwa seluruh rincian penggunaan anggaran telah disusun secara transparan dan dapat diakses melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).
“Di dalam SIRUP, kami sudah menjelaskan secara rinci penggunaan anggaran Rp450 juta itu. Tidak hanya untuk pakaian kepala daerah, tetapi juga mencakup berbagai kebutuhan lain,” jelasnya.
Lebih lanjut, Astri membeberkan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk jasa laundry berbagai perlengkapan rumah tangga di rumah jabatan, seperti karpet, gorden, bed cover, sprei, hingga perlengkapan jamuan seperti taplak meja dan penutup kursi.
Dalam konferensi pers yang digelar di Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Timur, pihak Biro Umum juga memaparkan bukti pendukung berupa kwitansi serta data penyedia jasa laundry yang digunakan.
Beberapa penyedia jasa yang disebutkan antara lain Tsamara Laundry Cleaning yang berlokasi di depan pintu Universitas Mulawarman, serta Alwan Laundry.
Astri menambahkan, penggunaan jasa laundry tersebut bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kebutuhan setiap bulannya.
“Jadi setiap bulannya untuk jasa laundry ini berbeda-beda, sesuai dengan kebutuhan. Saya harap transparansi ini bisa mencerahkan masyarakat agar beritanya tidak simpang siur,” tutupnya.(Ja)




