Komisi III DPRD Samarinda Siapkan Evaluasi Lapangan, Penataan Pasar Segiri Jadi Sorotan

Bujurnews, Samarinda – Penanganan pascakebakaran Pasar Segiri tidak hanya difokuskan pada penyediaan tempat relokasi sementara bagi pedagang. DPRD Kota Samarinda juga mulai mendorong pembahasan mengenai arah penataan pasar yang lebih terstruktur untuk jangka panjang.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mengungkapkan pihaknya berencana melakukan kunjungan langsung ke lokasi pembangunan lapak sementara yang saat ini tengah dikerjakan oleh Pemerintah Kota Samarinda. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai progres pekerjaan di lapangan.
Menurutnya, hingga saat ini Komisi III belum melakukan pengecekan langsung terhadap fasilitas yang disiapkan bagi para pedagang terdampak kebakaran. Karena itu, agenda peninjauan akan dijadwalkan guna memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan para pelaku usaha yang terdampak.
Selain memantau kondisi fisik bangunan, DPRD juga ingin memastikan penggunaan anggaran tanggap darurat yang dialokasikan untuk penanganan pascakebakaran benar-benar memberikan manfaat bagi pedagang. Kehadiran lapak sementara diharapkan mampu mempercepat pemulihan aktivitas ekonomi di kawasan pasar tersebut.
“Kami ingin melihat secara langsung bagaimana kesiapan fasilitas yang dibangun dan apakah sudah mampu mengakomodasi kebutuhan pedagang untuk kembali berjualan,” ujarnya.
Di sisi lain, DPRD menilai peristiwa kebakaran Pasar Segiri dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pengelolaan pasar di Samarinda. Penataan yang lebih terarah dinilai penting agar fungsi masing-masing pasar dapat berjalan lebih efektif dan tidak saling tumpang tindih.
Salah satu gagasan yang muncul adalah pengelompokan fungsi pasar berdasarkan jenis komoditas yang diperdagangkan. Dengan konsep tersebut, Pasar Segiri dapat lebih difokuskan pada aktivitas perdagangan kebutuhan pokok dan pasar basah, sementara pasar lain diarahkan pada sektor usaha yang berbeda sesuai karakteristiknya.
Melalui langkah tersebut, DPRD Samarinda berharap proses pemulihan pascakebakaran tidak berhenti pada penyediaan fasilitas sementara semata. Lebih dari itu, pemerintah daerah didorong menjadikan peristiwa ini sebagai titik awal pembenahan tata kelola pasar agar lebih tertata, nyaman bagi pedagang maupun pengunjung, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi kota secara berkelanjutan. (Adv/DPRD Samarinda)