AdvertorialBalikpapanKota

Jalan D.I. Panjaitan Ditutup, DPU Balikpapan Kejar Perbaikan Gorong-gorong Pengendali Banjir

Bujurnews.com, Balikpapan – Pengguna Jalan D.I. Panjaitan, Balikpapan Utara, perlu menyesuaikan perjalanan menyusul penutupan sementara salah satu ruas jalan tersebut.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan melakukan penutupan total untuk mendukung pekerjaan pengendalian banjir, khususnya perbaikan gorong-gorong yang selama ini memengaruhi kelancaran aliran air di kawasan tersebut.

Penutupan jalan diperkirakan berlangsung selama dua hingga tiga hari. Namun, durasi tersebut masih dapat berubah karena pekerjaan di lapangan bersinggungan dengan jaringan utilitas yang berada di bawah badan jalan.

Diwawancarai awak media, Kepala Bidang (Kabid) Pengairan dan Drainase DPU Balikpapan, Jen Supriyanto, menjelaskan pekerjaan tersebut dilakukan untuk menangani genangan yang kerap muncul di sekitar depan Maxi dan Kimia Farma.

Menurutnya, persoalan utama berada pada sistem pembuangan air menuju kawasan Sumber Joyo yang belum berjalan optimal. Salah satu bagian yang perlu ditangani adalah gorong-gorong di depan Maxi.

“Memang ada kegiatan pengendalian banjir. Di depan Maxi dan Kimia Farma sering terjadi banjir karena buangan air menuju Sumber Joyo tidak lancar. Gorong-gorong di depan Maxi saat ini kami perbaiki,” kata Jen, Rabu (23/9/2026).

Pemasangan gorong-gorong mulai dikerjakan pada malam hari. Dalam prosesnya, petugas menemukan adanya jaringan utilitas yang harus diperhatikan, di antaranya jaringan air milik PDAM dan jaringan gas (Jargas).

Untuk jaringan air, penanganan masih dilakukan. Sementara pada jaringan gas terdapat kendala karena suku cadang untuk penyambungan belum tersedia di Balikpapan.

Kondisi tersebut berdampak terhadap rencana pembukaan kembali jalan. Jika tidak terdapat persoalan utilitas, ruas jalan sebenarnya diproyeksikan sudah dapat dilewati setelah gorong-gorong terpasang dan badan jalan ditimbun menggunakan material agregat.

“Kalau tidak ada kendala Jargas, seharusnya hari ini sudah bisa dilewati. Sore sudah diuruk agregat. Tetapi karena Jargas masih menunggu spare part, kemungkinan pembukaan jalan menjadi mundur,” jelas Jen.

Selain penggantian gorong-gorong, proyek tersebut mencakup peninggian badan jalan serta pembenahan saluran drainase di sisi kiri dan kanan. Penanganan dilakukan untuk memperbaiki sistem aliran air sekaligus mendukung upaya mengurangi genangan di kawasan tersebut.

DPU juga mengatur metode pekerjaan agar dampaknya terhadap lalu lintas dapat ditekan. Peninggian badan jalan tidak dilakukan sekaligus, melainkan dibagi menjadi beberapa bagian sehingga kendaraan masih dapat melintas secara bergantian.

Pekerjaan pengecoran pun lebih banyak dijadwalkan pada malam hari, sekitar pukul 22.00 WITA. Strategi tersebut diterapkan untuk mengurangi gangguan terhadap arus kendaraan pada jam sibuk siang hari.

“Pekerjaan kami maksimalkan malam hari supaya pada siang hari jalan tetap bisa dibuka sebagian dan tidak menutup seluruh akses,” ujar Jen.

Proyek pengendalian banjir tersebut menggunakan anggaran APBD Murni 2026 sekitar Rp7 miliar. Masa kontraknya berlangsung selama 192 hari, terhitung sejak 23 Juni hingga 31 Desember 2026.

Hingga 23 September 2026, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 42 persen. Penanganan jalan dilakukan pada dua lokasi dengan total panjang pekerjaan sekitar 160 meter.

DPU Balikpapan memahami penutupan jalan dapat memengaruhi mobilitas warga dan pengguna jalan. Karena itu, masyarakat diminta menyesuaikan rute perjalanan selama proses pekerjaan berlangsung, terutama selama penutupan total dilakukan.

Jen menegaskan, pekerjaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki sistem drainase dan mengurangi persoalan genangan yang selama ini terjadi di kawasan D.I. Panjaitan.

“DPU dan Pemerintah Kota Balikpapan memohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan masyarakat selama kegiatan pengendalian banjir ini berlangsung,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button