Kabut Asap Masih Terlihat, DLH Balikpapan Pastikan Kualitas Udara Kategori Sedang
Bujurnews.com, Balikpapan — Kondisi udara di Kota Balikpapan masih menjadi perhatian menyusul kabut asap yang terlihat di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).
Meski demikian, hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan menunjukkan kualitas udara di kota tersebut masih berada pada kategori sedang.
Pemantauan dilakukan secara berkala menggunakan Air Quality Monitoring System (AQMS) yang bekerja secara real time selama 24 jam. DLH Balikpapan memiliki dua perangkat pemantau kualitas udara yang ditempatkan di Kantor DLH dan kawasan Balikpapan Baru.
Diwawancarai media ini, Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan data dari kedua perangkat tersebut menjadi acuan untuk melihat perkembangan kondisi udara di wilayah kota.
“Berdasarkan alat yang kita pasang di dua tempat, yaitu di kantor DLH dan di Balikpapan Baru, kondisi kualitas udara memang sedang. Kita pantau secara real time,” kata Dirman karib disapa.
Kategori sedang menunjukkan kualitas udara belum berada pada kondisi yang dinilai membahayakan masyarakat secara umum. Karena itu, hingga Senin (28/9/2026), aktivitas masyarakat di Balikpapan masih berjalan seperti biasa.
Kegiatan belajar mengajar di sekolah maupun aktivitas perkantoran juga belum mengalami perubahan akibat kondisi kabut asap. Namun, DLH tetap melakukan pemantauan karena kondisi udara dapat berubah mengikuti faktor cuaca maupun sumber polutan.
“Artinya, secara kualitas udara belum berbahaya,” ujarnya.
Dirman menjelaskan, keberadaan kabut asap yang terlihat secara kasatmata tidak serta-merta menunjukkan bahwa kualitas udara telah masuk kategori berbahaya. Untuk mengetahui kondisi sebenarnya, diperlukan pengukuran berdasarkan parameter kualitas udara melalui perangkat pemantauan yang tersedia.
Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya mengandalkan kondisi visual ketika menilai kualitas udara. Data hasil pemantauan AQMS dapat menjadi rujukan untuk mengetahui perkembangan kondisi udara di Balikpapan.
DLH juga menyediakan akses informasi bagi masyarakat melalui aplikasi pemantauan kualitas udara. Warga dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk melihat perkembangan data kualitas udara yang dipantau secara berkala.
“Masyarakat bisa mengunduh aplikasi pemantauannya di Playstore,” ucapnya.
Meski kondisi udara masih berada pada kategori sedang, masyarakat tetap diminta memperhatikan kondisi lingkungan, terutama apabila kabut asap terlihat semakin pekat.
Warga yang mengalami keluhan seperti iritasi mata atau gangguan pada saluran pernapasan juga diimbau memperhatikan kondisi kesehatan dan membatasi aktivitas di luar ruangan jika diperlukan.
Pemantauan menjadi semakin penting karena kabut asap masih terjadi di sejumlah wilayah Kaltim. Perubahan arah angin, kondisi cuaca, serta sumber asap dari kebakaran hutan dan lahan dapat memengaruhi kondisi udara di wilayah sekitarnya.
Pihaknya memastikan pemantauan melalui dua titik AQMS akan terus dilakukan untuk mengetahui apabila terjadi perubahan kualitas udara. Data tersebut juga diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan informasi yang lebih akurat di tengah kondisi kabut asap.
Sambung Dirman, hingga hari ini belum ada perubahan terhadap kegiatan sekolah maupun perkantoran di Balikpapan akibat kondisi udara.
Namun, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk mengikuti perkembangan informasi kualitas udara berdasarkan hasil pemantauan resmi.
“Kita pantau kualitaa udara secara real time setiap harinya,” pungkas Dirman. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




