Isu LGBT Disorot Bagus Susetyo, Pemkot Balikpapan Dorong Pengawasan Lebih Intensif
Bujurnews.com, Balikpapan – Wakil Wali Kota Balikpapan H Bagus Susetyo menyoroti isu LGBT dan perilaku seksual sesama jenis yang menurutnya perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.
Ia mendorong adanya langkah bersama untuk memantau lingkungan masyarakat sekaligus memperkuat pencegahan terhadap pengaruh yang dinilai negatif bagi generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Bagus usai memimpin upacara Hari Kesaktian Pancasila di Halaman Balai Kota Balikpapan, Kamis (1/10/2026).
Bagus mengatakan, persoalan LGBT menjadi salah satu hal yang perlu dibahas lebih lanjut bersama jajaran pemerintah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Menurutnya, diperlukan langkah yang terkoordinasi agar pemerintah dapat mengetahui kondisi di lingkungan masyarakat.
“Dukungan LGBT dan perilaku seksual penyimpang ini juga menjadi perhatian kita. Mungkin kita nanti akan mencoba rapat, untuk usulan ke Pak Wali Kota untuk bisa rapat dengan Forkopimda,” kata Bagus.
Ia menyebut pembahasan tersebut nantinya dapat diarahkan pada pola pemantauan di lingkungan masyarakat. Bagus berharap langkah yang dilakukan pemerintah dapat menahan atau mengurangi pengaruh yang dinilainya negatif, terutama terhadap anak muda.
“Bagaimana memonitor, bagaimana harus turun ke lingkungan atau turun ke masyarakat untuk menahan atau mengurangi, atau kalau perlu menghilangkan pengaruh-pengaruh negatif terkait LGBT, perilaku penyimpangan seksual yang sesama jenis,” ujarnya.
Selain pemerintah, Bagus meminta peran lingkungan keagamaan diperkuat. Ia berharap masjid dan para ustaz dapat memberikan edukasi kepada masyarakat melalui khutbah Jumat maupun kegiatan taklim.
Menurutnya, penyampaian informasi melalui lingkungan agama dapat menjadi salah satu upaya membangun pemahaman sekaligus memperkuat ketahanan generasi muda terhadap berbagai pengaruh yang dianggap negatif.
“Dari agama, unsur masjid, lingkungan masjid, lingkungan agama untuk para ustaz pada saat memberikan khutbah Jumat, kemudian juga taklim di setiap masjid bisa memberikan pencegahan, informasi yang menguatkan kita untuk bisa menolak bentuk-bentuk pengaruh yang negatif terhadap anak muda atau generasi muda kita,” jelasnya.
Perhatian Bagus juga diarahkan ke lingkungan pendidikan. Ia mengatakan proses seleksi dan rekrutmen, khususnya bagi tenaga pendidik, harus dilakukan melalui mekanisme yang benar. Penilaian terhadap calon maupun tenaga yang sudah bekerja juga dinilai perlu dilakukan secara serius.
“Semua yang berkaitan dengan seleksi, penerimaan, rekrutmen, itu harus melalui proses-proses rekrutmen yang benar. Yang paling penting adalah interview dari atasan langsung, apakah itu kepala sekolah atau Dinas Pendidikan yang berkaitan dengan guru,” katanya.
Untuk lingkungan sekolah, Bagus menyebut pemerintah dapat memberikan edaran maupun imbauan agar pengawasan terhadap perilaku siswa dan guru dilakukan lebih intensif. Menurutnya, lingkungan memiliki pengaruh terhadap pembentukan karakter seseorang.
“Memang perilaku penyimpangan karakter ini semuanya bergantung dari lingkungan dari manusianya. Tetapi kita mencoba di lingkungan sekolah memberikan apakah itu semacam edaran, apakah itu semacam imbauan terhadap sekolah-sekolah untuk tetap terus intensif memonitor perilaku anak, perilaku guru,” tutur Bagus.
Ia menegaskan, munculnya satu atau dua persoalan di lingkungan sekolah tidak otomatis menunjukkan adanya kelalaian. Namun, kondisi tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar pengawasan dapat diperkuat.
“Saya pikir kalaupun ada satu-dua bukan berarti itu kecolongan, tapi memang kita mesti harus memperbaiki lagi untuk bisa lebih intensif dalam pengawasan,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




