AdvertorialBalikpapanKota

Rahmad Mas’ud: Cegah Stunting Tak Cukup Hanya dengan Bantuan Pangan

Bujurnews.com, Balikpapan – Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud mengingatkan penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan bantuan pangan. Menurutnya, pemenuhan gizi ibu hamil harus berjalan bersama dengan edukasi dan perhatian keluarga selama masa kehamilan.

Hal itu disampaikan Rahmad saat menghadiri penyaluran program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin (5/10/2026).

Dalam program tersebut, ibu hamil menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian. Rahmad mengatakan bantuan berupa beras dan ayam merupakan bentuk dukungan pemerintah, tetapi jumlah tersebut tentu belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan ibu selama menjalani masa kehamilan.

“Generasi emas yang kita wujudkan tahun 2045, inilah langkah-langkah untuk mendukung seluruh program-program pemerintah. Ini tidak cukup Bapak dan Ibu sekalian, dikasih ayam satu ekor, orang hamil kan sembilan bulan,” kata Rahmad.

Karena itu, ia meminta masyarakat tidak memandang bantuan pangan sebagai satu-satunya solusi dalam mencegah stunting. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam memastikan ibu hamil memperoleh asupan yang baik hingga melahirkan.

Rahmad juga menekankan bahwa upaya tersebut berkaitan dengan masa depan anak-anak Balikpapan. Pemenuhan kebutuhan ibu dan anak, kata dia, bukan hanya menjadi kepentingan keluarga, tetapi juga bagian dari investasi sumber daya manusia.

“Karena ini bukan hanya kepentingan kita, bukan hanya kepentingan bapak dan Ibu. Tetapi ini adalah kepentingan bangsa, untuk melahirkan generasi-generasi anak yang cerdas, sehat, dan kuat,” ujarnya.

Selain persoalan pemenuhan gizi, Rahmad meminta orang tua memperhatikan kondisi emosional dan spiritual selama masa kehamilan. Ia mendorong ibu hamil untuk memperbanyak aktivitas positif, termasuk membaca maupun mendengarkan Al-Qur’an.

Menurutnya, kebiasaan tersebut merupakan bagian dari nilai-nilai yang sejak dahulu diterapkan dalam keluarga. Ia bahkan menyarankan orang tua memperbanyak mendengar hal-hal positif selama masa kehamilan.

“Karena itu akan mempengaruhi secara emosional janin yang ada di dalam kandungan kita,” tuturnya.

Rahmad juga mengingatkan perkembangan teknologi saat ini membuat masyarakat semakin mudah mendapatkan akses terhadap berbagai sumber pengetahuan dan kegiatan keagamaan.

“Paling tidak, ya sering-seringlah baca-baca Al-Qur’an, dengarkan. Kalau enggak bisa baca Al-Qur’an, sekarang kan sudah gampang, buka YouTube atau HP, semua warga kan punya HP,” sambungnya.

Di sisi lain, Rahmad menegaskan kehadiran pemerintah dalam program bantuan pangan merupakan bagian dari kewajiban memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia meminta penerima tidak melihat bantuan tersebut sekadar sebagai pemberian.

“Sekali lagi bukan pemberian. Tetapi ini adalah hak Bapak/Ibu, khususnya Ibu-ibu sebagai warga dan kami sebagai penyelenggara pemerintah hadir untuk memberikan pelayanan sesuai yang diamanatkan Undang-Undang Dasar ’45,” tegasnya.

Ia mengakui pelayanan pemerintah kepada masyarakat masih belum sepenuhnya sempurna. Namun, menurut Rahmad, program bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam mendukung kesehatan masyarakat dan mempersiapkan generasi mendatang.

“Walaupun belum sempurna, tapi minimal ada yang kami berikan,” tutupnya. (*/ADV/Diskomonfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button