AdvertorialBalikpapanKota

Dishub Balikpapan Kaji Integrasi Angkot dan Balikpapan City Trans, Sopir Dilibatkan

Bujurnews.com, Balikpapan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan akan menyusun kajian integrasi angkutan kota (angkot) dengan layanan Balikpapan City Trans (BCT). Langkah ini dilakukan untuk mengakomodasi aspirasi sopir angkot sekaligus memastikan rencana pengembangan rute transportasi umum tidak merugikan pengemudi yang sudah beroperasi.

Kepala Dishub Balikpapan, M Fadli Fatturahman, mengatakan pihaknya menyambut baik masukan yang disampaikan perwakilan sopir angkot terkait rencana penambahan jalur Balikpapan City Trans menuju Kilometer 23 dan kawasan Manggar.

Menurut Fadli, kekhawatiran para pengemudi perlu menjadi bahan pertimbangan sebelum pemerintah menetapkan kebijakan mengenai rute baru. Karena itu, Dishub akan membuka ruang komunikasi dan melibatkan perwakilan angkot dalam pembahasan kebijakan transportasi.

“Teman-teman angkutan kota menyampaikan aspirasi dan kekhawatirannya terkait penambahan rute di Kilometer 23 dan Manggar. Kami merespons positif dan akan lebih mengikutsertakan para sopir angkot dalam pengambilan kebijakan jalur atau rute baru Balikpapan City Trans,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

Fadli menjelaskan, Dishub juga akan membentuk tim untuk menyusun kajian integrasi angkutan umum di Balikpapan. Kajian tersebut diharapkan dapat menghasilkan pembagian peran yang lebih jelas antara angkutan pribadi, angkutan daring, angkutan umum, dan angkutan kota.

Pemerintah kota, lanjutnya, ingin pengembangan transportasi modern tetap memperhatikan keberlangsungan angkot konvensional. Salah satu hal yang akan dikaji ialah pemanfaatan sarana dan prasarana pendukung, termasuk terminal tipe C, agar layanan transportasi umum dapat terhubung dengan lebih baik.

Selain integrasi layanan, Dishub juga akan mengevaluasi kelayakan kendaraan angkot. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik kendaraan serta pemenuhan persyaratan uji berkala atau KIR.

“Seluruh persyaratan wajib dipenuhi angkutan kota untuk mendukung kenyamanan masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi,” tegasnya.

Fadli menambahkan, pengembangan sistem transportasi ke depan juga diharapkan memberikan kepastian dan meningkatkan kesejahteraan pengemudi angkot. Namun, hal tersebut harus berjalan seiring dengan penyediaan fasilitas transportasi yang memadai serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Ia menyebut, serah terima pengelolaan Balikpapan City Trans direncanakan berlangsung pada Juli 2027. Waktu tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan kebijakan integrasi transportasi dan pembahasan rute ke depan.

“Prinsipnya, pengembangan transportasi umum di Balikpapan harus bisa berjalan beriringan. Kami ingin layanan Balikpapan City Trans semakin baik, tetapi keberadaan angkot juga tetap diperhatikan. Karena itu, kajian integrasi ini penting agar kebijakan yang diambil nantinya dapat mengakomodasi kepentingan pengemudi sekaligus memberikan pelayanan transportasi yang lebih nyaman bagi masyarakat,” pungkas Fadli. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button