AdvertorialBalikpapanKota

DKK Balikpapan Gencarkan Vaksinasi HPV, 419 Peserta Telah Tuntaskan Dosis Ketiga

Bujurnews.com, Balikpapan – Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan terus mendorong pencegahan kanker serviks melalui program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV). Program ini menyasar perempuan dari berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak usia sekolah hingga aparatur sipil negara (ASN) perempuan.

Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, mengatakan vaksinasi HPV menjadi salah satu langkah penting untuk menekan risiko kanker serviks yang hingga kini masih menjadi ancaman kesehatan bagi perempuan.

Hal tersebut disampaikannya saat wawancara di Aula Balai Kota Balikpapan, Senin (26/10/2026). Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui pemberian vaksinasi yang disertai pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Alwiati menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi HPV tidak hanya ditujukan kepada perempuan dewasa dan kelompok usia produktif. Program tersebut juga menyasar anak-anak yang duduk di bangku kelas V dan VI sekolah dasar (SD), serta kelas IX sekolah menengah pertama (SMP).

Langkah itu dilakukan untuk memberikan perlindungan lebih awal terhadap infeksi HPV, terutama jenis virus berisiko tinggi yang dapat memicu kanker serviks atau kanker leher rahim.

“Vaksinasi HPV tidak hanya untuk kalangan ibu-ibu dan perempuan dewasa produktif. Kita juga mulai memberikan vaksinasi kepada anak-anak kelas V dan VI SD serta kelas IX, sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit yang disebabkan oleh HPV,” ujar Alwiati.

Ia memaparkan, berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2022, terdapat sekitar 660.000 kasus baru kanker serviks di seluruh dunia dengan 350.000 kematian.

Sementara di Indonesia, diperkirakan terdapat 36.000 kasus baru dan sekitar 21.000 kematian akibat penyakit tersebut pada tahun yang sama.
Angka tersebut, kata dia, menunjukkan pentingnya memperkuat langkah pencegahan agar risiko penyakit maupun kematian akibat kanker serviks dapat ditekan.

Selain vaksinasi, DKK Balikpapan juga mendorong pelaksanaan skrining HPV DNA. Pemeriksaan ini dilakukan melalui pengambilan sampel yang kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan materi genetik HPV berisiko tinggi.

Alwiati menegaskan, vaksinasi dan skrining HPV DNA memiliki fungsi berbeda, tetapi sama-sama penting dalam upaya perlindungan kesehatan perempuan. Vaksinasi bertujuan mencegah infeksi HPV tertentu, sedangkan skrining membantu mendeteksi risiko sehingga tindak lanjut medis dapat dilakukan sesuai hasil pemeriksaan.

Dalam pelaksanaan program tersebut, DKK Balikpapan turut melibatkan berbagai pihak, termasuk Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM), melalui rangkaian kegiatan satu juta vaksin se-Indonesia.

Dari hasil pelaksanaan sebelumnya, tercatat sebanyak 419 peserta telah menyelesaikan vaksinasi hingga dosis ketiga. Sementara itu, Dharma Wanita Kota Balikpapan juga telah melaksanakan vaksinasi terhadap 75 peserta yang baru menerima dosis pertama.

Pada kegiatan yang berlangsung saat ini, terdapat 220 peserta yang telah terdaftar. DKK berharap jumlah perempuan yang mengikuti program tersebut terus bertambah agar upaya perlindungan terhadap HPV dapat menjangkau lebih banyak sasaran.

“Kami berharap seluruh ASN perempuan dapat memanfaatkan program vaksinasi ini sesuai indikasi dan rekomendasi medis. Pencegahan sejak dini sangat penting agar risiko kanker serviks bisa ditekan,” tutup Alwiati. (*/ADV/Diskomonfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button