Komisi II DPRD Kaltim Soroti Potensi PAD Sungai Mahakam, Dorong Optimalisasi Regulasi Transportasi Air

Bujurnews.com, Kaltim – Komisi II DPRD Kalimantan Timur menggelar rapat kerja bersama KSOP Samarinda, PT Pelindo Regional 4, Dinas Perhubungan Kaltim, dan PT Kaltim Melati Bakti Satya untuk membahas potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari alur Sungai Mahakam. Rapat dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, Rabu (26/11/2025).
Turut hadir Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud dan Wakil Ketua II DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis yang memberi perhatian besar pada penguatan sektor pendapatan melalui pemanfaatan sistem transportasi sungai. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan mempertegas bahwa Mahakam memiliki nilai strategis secara ekonomi.
Dalam rapat kerja tersebut, Komisi II menggali berbagai sumber pendapatan yang dapat dikelola secara resmi oleh pemerintah daerah. Di antaranya jasa kapal pandu, retribusi perairan, pengelolaan air, hingga peluang sektor pariwisata yang dapat dikembangkan lebih serius dalam koridor regulasi yang jelas.
KSOP Samarinda menambahkan bahwa aktivitas tambat kapal dan layanan Ship to Ship Transfers (STS) di Mahakam selama ini berjalan massif, namun kontribusinya belum optimal terhadap kas daerah. Dengan penguatan regulasi, potensi pemasukan dari sektor tersebut diprediksi dapat meningkat signifikan.
Ketua Komisi II, Sabaruddin Panrecalle, menegaskan bahwa DPRD siap mendorong revisi aturan tata lalu lintas sungai sebagai langkah awal memperkuat manajemen perairan daerah. “Tahun 2026 harus jadi momentum Mahakam memberi kontribusi nyata bagi PAD. Regulasi yang tepat akan memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menilai keberadaan alur Mahakam sebagai jalur ekonomi tidak boleh hanya dimanfaatkan pihak swasta. Ia menyebut pemerintah perlu hadir untuk memastikan kegiatan ekonomi di sungai berjalan profesional sekaligus memberikan pemasukan wajar bagi daerah.
Dengan adanya sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, serta pelaku industri perairan, diharapkan optimalisasi Sungai Mahakam dapat menjadi penggerak baru peningkatan PAD dan memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan. (Adv/Rir)




