DPRD Samarinda

Kemarau Panjang Picu Krisis Air Bersih di Samarinda, Warga Diminta Berhemat

Ketua DPRD Samarinda, Helmi Abdulloh saat diwawancarai oleh awak media.(Rfh)

Bujurnews.com, Samarinda – Persoalan ketersediaan air bersih kembali menjadi perhatian di Kota Samarinda seiring berlangsungnya kemarau panjang.

Kondisi tersebut berdampak pada menurunnya debit air baku yang menjadi sumber produksi Perumda Tirta Kencana.

Situasi semakin kompleks setelah air laut dengan kadar garam tinggi mengalami intrusi hingga mencapai kawasan muara sungai yang menjadi lokasi pengambilan air baku.

Kondisi itu sempat membuat proses produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan harus dihentikan untuk sementara waktu.

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, mengatakan persoalan pasokan air bersih saat ini tidak semata-mata disebabkan oleh berkurangnya debit air.

Masuknya air asin ke wilayah sumber air baku juga menjadi salah satu kendala yang harus dihadapi.

Menurutnya, Perumda Tirta Kencana tetap berupaya menjaga pelayanan dan menyalurkan air kepada masyarakat setiap hari di tengah keterbatasan kondisi sumber air.

Helmi pun meminta masyarakat turut mengambil peran dengan mengurangi penggunaan air yang tidak diperlukan.

Penghematan dinilai penting agar ketersediaan air yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal selama kondisi kemarau masih berlangsung.

“Makanya kita juga minta untuk menghemat penggunaan air karena memang dari pihak Perumda Tirta Kencana juga berupaya untuk mendistribusikan air setiap hari. Cuma harapan kita dari pihak masyarakat juga untuk berhemat, menggunakan seperlunya,” kata Helmi pada Senin (14/9/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga situasi tetap kondusif selama menghadapi persoalan pasokan air bersih.

Menurutnya, kerja sama antara pemerintah, pengelola layanan air, dan masyarakat diperlukan agar kebutuhan air warga tetap dapat dipenuhi di tengah kondisi sumber air yang terbatas.(Adv/Rfh)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button