AdvertorialBalikpapanKota

Disnaker Balikpapan Buka Peluang Pelatihan Skill, Pencari Kerja hingga Korban PHK Bisa Ikut

Bujurnews.com, Balikpapan — Pencari kerja, pekerja yang ingin meningkatkan keterampilan hingga mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di Balikpapan mendapat peluang mengikuti program pelatihan keterampilan yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat.

Program tersebut kini memasuki tahap kedua dan memberikan kesempatan bagi kelompok masyarakat untuk mengusulkan jenis pelatihan sesuai kebutuhan. Pelatihan tidak dibatasi pada bidang tertentu, selama terdapat kebutuhan yang jelas dan peserta memiliki rencana pemanfaatan keterampilan setelah mengikuti pelatihan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Balikpapan, Adamin Siregar, Kamis (17/9/2026), mengatakan masyarakat dapat mengajukan pelatihan apabila memiliki kelompok dengan kebutuhan keterampilan yang sama.

“Sekarang ada program tahap kedua dari pemerintah pusat untuk peningkatan skill pencari kerja, pekerja yang ingin meningkatkan kemampuan, maupun mereka yang terkena PHK. Jenis pelatihannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya tata rambut, laundry, membuat kue atau bidang lainnya,” kata Adamin.

Menurutnya, jumlah peserta menjadi salah satu syarat dalam pengajuan. Setidaknya terdapat lima orang dengan kebutuhan pelatihan yang sama untuk dapat diusulkan. Sementara dalam satu kelas, jumlah peserta maksimal mencapai 20 orang.

Jika jumlah peminat lebih banyak, pelatihan dapat dilanjutkan dalam kelas berikutnya dengan jenis keterampilan yang sama. Karena kuota program terbatas, pengajuan akan diproses berdasarkan usulan yang lebih dahulu memenuhi persyaratan.

Adamin menjelaskan, peserta juga harus menyertakan pernyataan mengenai rencana setelah pelatihan. Artinya, pelatihan tidak sekadar diberikan untuk menambah pengetahuan, tetapi diharapkan benar-benar digunakan untuk membuka usaha atau meningkatkan produktivitas.

“Misalnya ada lima orang yang terkena PHK dan mereka sepakat setelah dilatih akan membuka usaha kafe, itu bisa diusulkan. Jadi ada pernyataan dan rencana bahwa keterampilan yang diperoleh memang akan digunakan setelah pelatihan,” jelasnya.

Skema serupa juga dapat diterapkan bagi pekerja yang dibutuhkan oleh pelaku usaha. Adamin mencontohkan sebuah bengkel yang membutuhkan lima orang montir. Jika pihak bengkel menyatakan siap menempatkan peserta setelah menyelesaikan pelatihan, kebutuhan tersebut dapat menjadi dasar pengajuan.

Dengan pola tersebut, pelatihan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kemampuan, tetapi juga memiliki keterkaitan langsung dengan peluang usaha maupun penyerapan tenaga kerja.

Saat ini Disnaker Balikpapan masih menghimpun usulan dari sejumlah kelurahan. Salah satu usulan yang sudah berjalan berkaitan dengan pelatihan bidang boga atau kuliner.

Adamin menyebut program tersebut mencakup kuota sebanyak 4.800 peserta untuk wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Balikpapan berpeluang mendapatkan peserta sesuai jumlah usulan yang memenuhi persyaratan.

“Kuotanya berdasarkan siapa yang lebih dahulu memenuhi dan mengajukan. Kalau Balikpapan bisa lebih cepat mengusulkan, peluang mendapatkan kuota juga lebih banyak. Jadi kami sekarang terus mengumpulkan dan memverifikasi usulan dari masyarakat,” pungkasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button