Pemkot Balikpapan Siapkan Aset Daerah untuk Calon Lokasi SPBU Baru
Bujurnews.com, Balikpapan – Keterbatasan fasilitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Kota Balikpapan mulai mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) mencari alternatif lokasi baru.
Salah satu opsi yang kini dikaji adalah memanfaatkan aset berupa lahan milik pemerintah daerah untuk pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Langkah tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan antrean, terutama kendaraan berdimensi besar yang selama ini mengandalkan sejumlah SPBU di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta.
Rencana pemanfaatan aset daerah itu telah dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Balikpapan bersama Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Balikpapan.
Dari pembahasan awal, terdapat dua kawasan yang masuk dalam pemetaan, yakni Alam Baru Somber dan kawasan Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 23.
Kepala BKAD Balikpapan Agus Budi Prasetyo mengatakan, kedua lokasi tersebut masih sebatas alternatif dan belum ditetapkan sebagai lokasi pembangunan SPBU.
Menurutnya, Pemkot tidak bisa langsung menetapkan lahan hanya karena tersedia aset pemerintah. Masih diperlukan kajian terkait kebutuhan BBM, kesesuaian tata ruang, hingga dampak lalu lintas apabila fasilitas tersebut benar-benar dibangun.
“Lokasi yang dibahas sekarang masih berupa opsi awal. Kami perlu memastikan semuanya melalui pemetaan dan kajian yang matang, termasuk menyesuaikan dengan masukan Pertamina, tata ruang, serta kondisi lalu lintas,” ujar Agus Budi, Jumat (18/9/2026).
Kebutuhan penambahan fasilitas BBM semakin terlihat dari kondisi sejumlah SPBU yang melayani kendaraan besar. Saat ini, layanan tersebut masih banyak bertumpu pada SPBU di Kilometer 13 dan Kilometer 15 Jalan Soekarno-Hatta.
Ketika aktivitas pengisian meningkat, antrean kendaraan dapat memanjang dan menimbulkan kepadatan di sekitar lokasi. Kondisi ini tidak hanya membuat pengendara harus menunggu lebih lama, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas di jalur utama.
Pemkot pun mulai mempertimbangkan penggunaan aset daerah sebagai salah satu cara membuka peluang penambahan titik layanan BBM.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud sebelumnya juga mengungkapkan bahwa pembangunan SPBU baru masih menghadapi persoalan minat investasi dari pihak swasta.
Pertimbangan keekonomian dan margin keuntungan disebut menjadi salah satu faktor yang membuat pembangunan fasilitas baru belum berkembang sesuai kebutuhan.
Rahmad berharap Pertamina dapat mengambil peran lebih besar dalam memenuhi kebutuhan fasilitas BBM di Balikpapan.
“Kami berharap Pertamina tidak hanya menunggu inisiatif dari swasta. Sebagai BUMN, Pertamina bisa lebih proaktif melihat kebutuhan Balikpapan, termasuk dalam penyediaan fasilitas BBM yang mampu melayani masyarakat dengan lebih baik,” kata Rahmad.
Setelah pembahasan awal tersebut, Pemkot Balikpapan akan melanjutkan pemetaan terhadap aset yang berpotensi digunakan. Koordinasi dengan Pertamina juga diperlukan untuk memastikan kebutuhan dan persyaratan teknis pembangunan SPBU.
Selain itu, aspek tata ruang serta dampak terhadap arus kendaraan akan menjadi bagian penting dalam menentukan kelayakan lokasi.
“Jadi, belum ada keputusan lokasi maupun pembangunan. Kami masih mengkaji semuanya agar aset yang digunakan benar-benar tepat dan fasilitas yang nantinya dibangun sesuai kebutuhan kota,” tutup Agus Budi. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




