Antisipasi Dampak Kabut Asap, DKK Balikpapan Pastikan Puskesmas Siaga Oksigen Gratis
Bujurnews.com, Balikpapan – Kesiapan fasilitas kesehatan menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan di tengah ancaman gangguan pernapasan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Seluruh puskesmas diminta memastikan peralatan medis berfungsi dan siap digunakan, termasuk tabung oksigen untuk membantu pasien yang mengalami gangguan pernapasan.
Kepala DKK Balikpapan, Alwiati, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya warga yang membutuhkan penanganan medis akibat paparan asap. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama diharapkan mampu memberikan pertolongan sesuai kondisi pasien tanpa keterlambatan.
Alwiati menegaskan, pemeriksaan kesiapan peralatan tidak boleh diabaikan. Mulai dari ruang pelayanan oksigen, ketersediaan tabung yang terisi, hingga perlengkapan pendukung seperti regulator dan nebulizer harus dipastikan dalam kondisi siap pakai.
“Kami meminta semua puskesmas mengecek kembali kesiapan peralatan medisnya. Tabung oksigen harus terisi, regulator tersedia, dan nebulizer juga siap digunakan apabila ada warga yang membutuhkan pertolongan,” ujar Alwiati, Selasa (27/10/2026).
Selain memastikan kesiapan fasilitas, DKK Balikpapan memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan oksigen di puskesmas. Layanan tersebut dapat diakses secara gratis sehingga warga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk penggunaan oksigen yang tersedia melalui layanan tersebut.
Menurut Alwiati, langkah ini merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan kesehatan ketika kualitas udara sedang kurang baik. Ia berharap warga tidak menunda mencari pertolongan medis apabila mulai mengalami keluhan yang berkaitan dengan pernapasan.
“Kalau ada masyarakat yang membutuhkan oksigen, layanan di puskesmas bisa dimanfaatkan tanpa dipungut biaya. Kami ingin warga mendapatkan pertolongan sesuai kebutuhannya, terutama ketika kondisi udara berpotensi mengganggu kesehatan,” jelasnya.
Di samping memperkuat kesiapan tenaga dan peralatan medis, DKK juga mendorong langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan polusi. Salah satunya melalui pembagian masker kepada masyarakat, khususnya warga yang masih harus beraktivitas di luar ruangan.
Alwiati turut mengajak perusahaan swasta dan organisasi kemasyarakatan untuk terlibat dalam membantu warga. Dukungan tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan sosial, termasuk penyediaan dan pembagian masker bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Penanganan dampak kabut asap membutuhkan kepedulian bersama. Kami berharap perusahaan dan organisasi kemasyarakatan ikut berkontribusi membantu warga agar perlindungan terhadap kesehatan bisa menjangkau lebih banyak orang,” katanya.
Masyarakat juga diimbau mengurangi kegiatan di luar rumah apabila tidak mendesak, terutama ketika kualitas udara kembali memburuk. Penggunaan masker saat berada di luar ruangan serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tetap perlu diperhatikan.
Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih. Alwiati menilai kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang diarahkan Wali Kota Balikpapan dapat membantu mengurangi aktivitas siswa di luar rumah selama kondisi udara belum membaik.
Meski meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan pernapasan, Alwiati memastikan pelayanan rutin di seluruh puskesmas tetap berjalan seperti biasa. Masyarakat masih dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan maupun mendapatkan penanganan sesuai keluhan yang dialami.
Ia mengingatkan warga agar tidak menganggap sepele gejala seperti batuk, pilek, atau sesak napas, terutama jika berlangsung berkepanjangan maupun semakin berat. Pemeriksaan sejak awal diperlukan agar penyebab keluhan dapat diketahui dan penanganan yang tepat bisa diberikan.
“Jangan menunggu sampai keluhan semakin parah. Jika batuk, pilek, atau sesak napas tidak kunjung membaik, segera datang ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan,” tutup Alwiati. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




