Dukung Relokasi Pelabuhan Penumpang ke Palaran, Diyakini Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM

Bujurnews.com, Samarinda – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menyatakan dukungannya terhadap rencana pemindahan pelabuhan penumpang ke kawasan Palaran.
Relokasi tersebut dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta berbagai sektor jasa yang berkembang di wilayah tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Jasno, menilai keberadaan terminal penumpang yang terpusat di Palaran akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Meningkatnya mobilitas penumpang diperkirakan akan mendorong tumbuhnya aktivitas perdagangan dan jasa yang berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan warga.
Menurut Jasno, operasional terminal penumpang di Palaran nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.
Kehadiran pelabuhan yang lebih representatif diyakini akan menarik berbagai kegiatan usaha dan investasi yang selama ini masih terpusat di kawasan lain.
“Ketika terminal penumpang resmi beroperasi di Palaran, aktivitas ekonomi masyarakat akan meningkat. Pergerakan penumpang akan menciptakan peluang usaha baru yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM maupun masyarakat setempat,” ujarnya pada Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan manfaat relokasi pelabuhan tidak hanya dirasakan oleh pedagang kecil, tetapi juga akan memberikan dampak terhadap sektor jasa lainnya.
Usaha transportasi, kuliner, penginapan, hingga berbagai layanan pendukung diprediksi mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya jumlah pengguna pelabuhan.
Selain mendorong perkembangan ekonomi lokal, pemindahan pelabuhan penumpang juga dinilai menjadi solusi dalam mengurangi kepadatan aktivitas transportasi di kawasan pusat Kota Samarinda.
Dengan demikian, distribusi aktivitas ekonomi diharapkan menjadi lebih merata dan mampu menjadikan Palaran sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Tepian.
Jasno mengungkapkan bahwa rencana relokasi terminal penumpang sebenarnya telah lama menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah.
Wacana tersebut telah dibahas sejak beberapa periode pemerintahan dan hingga kini masih terus dimatangkan melalui koordinasi antara pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait.
Ia menilai kesiapan kawasan Palaran saat ini jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Berbagai pembangunan infrastruktur telah tersedia, mulai dari akses jalan tol, konektivitas jaringan transportasi yang semakin memadai, hingga berkembangnya kawasan logistik yang dinilai mampu mendukung operasional pelabuhan penumpang secara optimal.
Dengan kondisi tersebut, Jasno optimistis Palaran memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai simpul transportasi sekaligus pusat aktivitas ekonomi baru di Samarinda.
Menurutnya, dampak pembangunan pelabuhan tidak hanya terbatas pada sektor transportasi, tetapi juga akan memberikan efek berantai terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui terbukanya lapangan usaha dan peluang ekonomi baru.
Meski demikian, ia mengakui bahwa pembiayaan proyek relokasi pelabuhan masih menjadi tantangan yang perlu diselesaikan oleh pemerintah daerah.
Karena itu, DPRD Kota Samarinda berkomitmen mengawal proses penganggaran sekaligus memberikan dukungan dari sisi regulasi agar rencana yang telah lama diwacanakan tersebut dapat segera direalisasikan.
“Kami di DPRD berharap seluruh proses dapat berjalan lebih cepat. Rencana ini sudah cukup lama dinantikan masyarakat, khususnya warga Palaran yang berharap kehadiran pelabuhan penumpang mampu memberikan manfaat ekonomi secara nyata dan berkelanjutan,” kata Jasno.
DPRD berharap sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempercepat realisasi proyek tersebut sehingga manfaat pembangunan dapat segera dirasakan oleh masyarakat luas, sekaligus memperkuat pemerataan pertumbuhan ekonomi di Kota Samarinda.
(Rfh/Adv DPRD Samarinda)