AdvertorialBalikpapanKota

11 Koperasi Merah Putih Balikpapan Masih Berproses, Baru Dua Lolos Verifikasi Awal

Bujurnews.com, Balikpapan – Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Perinduatrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruressandy, menyebut proses administrasi dan pemeriksaan kelengkapan masih menjadi tahapan yang harus dituntaskan oleh Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) sebelum menjalankan usaha secara resmi.

Dari 11 koperasi yang masuk dalam tahap pertama pembangunan gerai, baru dua yang dinyatakan telah memenuhi kelengkapan berdasarkan verifikasi di tingkat kota dan dilaporkan kepada pemerintah pusat. Meski demikian, kedua koperasi tersebut belum dapat langsung memulai operasional karena masih harus melewati pemeriksaan lanjutan.

Heruressandy menjelaskan, laporan kelengkapan itu merupakan hasil pemeriksaan Satuan Tugas (Satgas) KKMP Balikpapan. Data selanjutnya disampaikan melalui sistem kepada Kementerian Koperasi untuk diproses sesuai mekanisme yang berlaku.

“Dari 11 koperasi tahap pertama, dua di antaranya sudah kami laporkan ke pusat dengan kelengkapan pelaksanaan yang mencapai 100 persen. Namun, itu belum berarti seluruh prosesnya selesai, karena masih ada tahapan pemeriksaan berikutnya,” ujar Heruressandy saat dihubungi media ini, Kamis (22/10/2026).

Ia menerangkan, setelah laporan diterima, proses masih melibatkan sejumlah instansi di tingkat pusat. Di antaranya Kementerian Keuangan dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sebelum hasil peninjauan diteruskan kembali ke Kementerian Koperasi.

“Setelah verifikasi di daerah, dokumen masih harus melalui proses di tingkat pusat, termasuk peninjauan oleh Kementerian Keuangan dan BPKP. Sesudah itu, prosesnya kembali ke Kementerian Koperasi,” jelasnya.

Menurutnya dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan beberapa hari lalu juga dimanfaatkan untuk menyosialisasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2026 tentang tata kelola penyelenggaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Kegiatan ini melibatkan Satgas KKMP dari pemerintah kota, unsur TNI melalui Kodim, serta PT Agrinas yang mengikuti pembahasan secara daring.

Sejumlah hal dibahas dalam pertemuan itu, mulai dari pembagian peran masing-masing pihak hingga kesiapan fasilitas dan teknis pengelolaan koperasi.

Heruressandy menegaskan, keberadaan bangunan gerai belum menjadi tanda bahwa seluruh unit usaha KKMP telah berjalan. Sampai saat ini, belum ada koperasi yang secara resmi mengoperasikan tujuh sektor usaha sesuai ketentuan program.

Sementara itu, para manajer KKMP telah mulai bertugas sejak 1 Oktober 2026. Mereka menjalankan koordinasi dengan pengurus, menyiapkan fasilitas, serta menginventarisasi kebutuhan yang diperlukan sebelum kegiatan usaha dimulai.

Tujuh sektor usaha yang disiapkan mencakup penjualan bahan pokok, barang bersubsidi, layanan simpan pinjam, transportasi, logistik, klinik, serta fasilitas pendingin dan konsolidasi. Selain sektor tersebut, koperasi juga dimungkinkan mengembangkan usaha tambahan sesuai kebutuhan dan potensi wilayahnya.

Untuk mendukung ketersediaan barang, DKUMKMP Balikpapan turut membuka komunikasi dengan sejumlah badan usaha. Penjajakan dengan Perum Bulog dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, sedangkan komunikasi dengan Pertamina Patra Niaga berkaitan dengan LPG bersubsidi ukuran tiga kilogram.

Meski begitu, proses kemitraan belum menjangkau seluruh koperasi. Heruressandy menyebut sekitar separuh KKMP di Balikpapan telah menjalin atau mulai menjajaki kerja sama dengan pihak terkait.

Pemerintah kota kini menunggu penyelesaian seluruh tahapan administrasi, verifikasi, dan serah terima sebelum operasional resmi dapat dilaksanakan. Karena itu, kesiapan koperasi tidak hanya diukur dari pembangunan gerai, tetapi juga dari kelengkapan dokumen, kemampuan pengelola, serta kepastian pasokan barang dan kemitraan usaha.

Heruressandy berharap proses yang sedang berjalan dapat dituntaskan sehingga koperasi mampu menjalankan fungsinya di tengah masyarakat. “Kami ingin koperasi ini benar-benar siap saat mulai beroperasi, baik dari sisi administrasi, pengelolaan maupun kerja sama usahanya. Tujuannya agar KKMP bisa berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/ADV/Diskomonfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button