135 Kali Karhutla Terjadi di Balikpapan, BPBD Siagakan 20 Armada Pemadam
Bujurnews.com, Balikpapan – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman di Kota Balikpapan sepanjang 2026. Hingga Oktober, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan mencatat 135 kejadian kebakaran lahan dengan perkiraan luas area terdampak mencapai 93,2 hektare.
Menghadapi kondisi tersebut, BPBD memperkuat kesiapan personel dan armada pemadam agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secepat mungkin. Langkah ini juga dilakukan untuk menjaga agar pelayanan pemadaman di kawasan permukiman tetap berjalan ketika kebakaran lahan terjadi di sejumlah titik.
Kepala BPBD Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan personel disiagakan selama 24 jam melalui enam sektor yang tersebar di wilayah kota, dengan dukungan dua pos siaga tambahan. Dalam pelaksanaan penanganan di lapangan, BPBD juga mendapat bantuan personel dari TNI dan Polri.
“Personel kami selalu dalam kondisi siaga penuh selama 1×24 jam. Kesiapan ini penting agar ketika ada laporan kebakaran, petugas bisa segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar Usman, Jumat (23/10/2026).
Selain mengandalkan personel gabungan, BPBD turut menjalin koordinasi dengan perusahaan swasta yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran. Perusahaan yang memiliki armada pemadam dapat membantu memadamkan api, sedangkan perusahaan yang tidak mempunyai unit pemadam bisa mendukung dengan menyediakan air untuk mengisi ulang mobil tangki.
Menurut Usman, keterlibatan pihak swasta membantu mempercepat penanganan, terutama ketika kebakaran terjadi di area yang membutuhkan dukungan tambahan.
“Dukungan perusahaan di sekitar lokasi karhutla cukup membantu. Ada perusahaan yang langsung menurunkan armada pemadam, sementara yang tidak memiliki unit pemadam membantu menyediakan air untuk kebutuhan pengisian tangki,” jelasnya.
Dari sisi peralatan, BPBD menyiapkan sekitar 15 hingga 20 unit armada. Namun, tidak seluruh kendaraan dikerahkan sekaligus untuk menangani kebakaran lahan. Pengaturan ini dilakukan agar setiap pos tetap memiliki armada cadangan apabila muncul kebakaran di kawasan permukiman warga.
Jumlah kendaraan yang diturunkan menyesuaikan kondisi dan luas area terbakar. Untuk kebakaran lahan sekitar satu hingga dua hektare yang masih dapat dikendalikan, misalnya, BPBD biasanya mengerahkan sekitar empat unit armada dengan dukungan tim pemadam dari TNI dan Polri.
“Pengerahan armada kami sesuaikan dengan besarnya kebakaran. Kalau luas lahan yang terbakar sekitar satu sampai dua hektare dan kondisinya masih bisa ditangani, biasanya sekitar empat unit kami turunkan. Sebagian armada tetap disiagakan di pos untuk mengantisipasi kebakaran lain,” kata Usman.
Selain kesiapan operasional, BPBD juga memperkuat langkah pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla. Penyampaian imbauan dilakukan berkoordinasi dengan camat, lurah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta organisasi kemasyarakatan agar informasi dapat menjangkau warga di berbagai wilayah.
Berdasarkan data BPBD periode Januari hingga Oktober 2026, Balikpapan Timur menjadi wilayah dengan jumlah kebakaran lahan terbanyak, yakni 53 kejadian. Berikutnya Balikpapan Selatan dengan 32 kejadian dan Balikpapan Utara sebanyak 29 kejadian.
Sementara itu, Balikpapan Tengah mencatat 11 kejadian, Balikpapan Barat sembilan kejadian, dan Balikpapan Kota satu kejadian. Kebakaran umumnya terjadi pada vegetasi berupa ilalang dan semak belukar yang mudah terbakar saat kondisi lingkungan kering.
Usman mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kemunculan api sekecil apa pun di kawasan lahan terbuka. Warga diminta segera melapor apabila melihat kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan sebelum api meluas.
“Pengawasan harus dilakukan bersama-sama. Jika masyarakat melihat kebakaran lahan, segera laporkan kepada BPBD atau melalui Call Center 122 supaya petugas bisa segera menuju lokasi dan mencegah api meluas,” tegas Usman. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




