AdvertorialBalikpapanHeadlineKota

ISPA di Balikpapan Capai 3.600 Kasus Selama Oktober, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

Bujurnews.com, Balikpapan – Sebanyak 3.600 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di Balikpapan, Kalimantan Timur, selama Oktober 2026. Meski belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, masyarakat diminta tetap menjaga kesehatan, terutama di tengah kondisi udara yang sempat terdampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan, Alwiati, menjelaskan, angka tersebut dihimpun berdasarkan laporan puskesmas di seluruh wilayah Balikpapan selama Oktober. Menurutnya, jumlah kasus yang tercatat sejauh ini masih terkendali, sementara kondisi kualitas udara mulai menunjukkan perbaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Kendati demikian, masyarakat diingatkan untuk tidak lengah. Sebab, kualitas udara yang belum sepenuhnya kembali normal tetap berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan, khususnya bagi kelompok yang rentan.

Hal itu disampaikan Alwiati usai menghadiri pelaksanaan vaksinasi HPV di Aula Pemkot Balikpapan, Senin (26/10/2026).

“Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Balikpapan sekarang mulai menurun dan berada pada kategori sedang. Kami berharap perbaikannya terus berlanjut sehingga risiko gangguan pernapasan di masyarakat ikut berkurang,” ujar Alwiati.

Ia menilai, kepatuhan masyarakat terhadap imbauan pemerintah menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko kesehatan selama kondisi udara memburuk. Warga yang membatasi kegiatan di luar rumah saat kabut asap menyelimuti kota dinilai telah mengambil langkah pencegahan yang tepat.

Menurutnya, mengurangi paparan polusi perlu menjadi perhatian bersama, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang rentan mengalami gangguan saluran pernapasan.

Di sisi lain, data Dinkes menunjukkan bahwa persoalan ISPA masih menjadi perhatian serius dalam pelayanan kesehatan di Balikpapan. Sepanjang Januari hingga September 2026, jumlah kasus yang tercatat mencapai sekitar 91 ribu.

Namun, Alwiati mengingatkan agar angka tersebut tidak langsung dikaitkan seluruhnya dengan kabut asap karhutla. Kasus ISPA dapat dipengaruhi berbagai faktor sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menilai hubungannya dengan kondisi kualitas udara.

“Jumlah kasus ISPA secara keseluruhan tidak bisa serta-merta dianggap sebagai dampak kabut asap. Karena itu, kita perlu melihat kondisi setiap kasus dan faktor yang memengaruhinya, sambil tetap melakukan langkah pencegahan,” jelasnya.

Untuk menjaga kesehatan, masyarakat diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar ruangan saat kualitas udara kurang baik.

Warga juga diimbau memperhatikan kondisi tubuh dan tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan. Apabila keluhan semakin berat atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan perlu segera dilakukan agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Alwiati berharap kondisi udara di Balikpapan terus membaik sehingga risiko gangguan kesehatan dapat ditekan. Ia juga mengajak masyarakat tetap disiplin menjalankan langkah pencegahan meskipun jumlah kasus ISPA selama Oktober belum menunjukkan lonjakan berarti.

“Menjaga kesehatan harus menjadi perhatian bersama. Kami berharap masyarakat tetap mengikuti imbauan, mengurangi paparan polusi, dan segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan pernapasan,” tutup Alwiati. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button