Stok Beras Balikpapan Masih 1.300 Ton, Pemkot Pastikan Pasokan Tetap Aman
Bujurnews.com, Balikpapan – Persediaan beras di Kota Balikpapan masih berada pada level yang cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas pangan. Pemerintah daerah mencatat stok beras yang tersedia melalui Bulog saat ini sekitar 1.300 ton.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan Haemusri Umar mengatakan, ketersediaan beras menjadi salah satu perhatian pemerintah di tengah kondisi pangan yang ikut terdampak fenomena El Nino. Cuaca tersebut dinilai memberikan pengaruh terhadap produksi sekaligus jalur distribusi komoditas pangan.
“Memang harga komoditas pada saat El Nino saat ini ada kenaikan. Pengaruh El Nino ini dari tingkat produksi, kemudian logistik juga mengalami kenaikan,” ujar Haemusri, Selasa (29/9/2026).
Meski terdapat tekanan terhadap harga, kondisi stok beras di Balikpapan saat ini masih dapat diandalkan. Persediaan yang berada di Bulog menjadi salah satu penyangga untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Haemusri menjelaskan, kondisi berbeda dapat terjadi pada komoditas pangan lainnya. Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan stok yang tersedia, tetapi juga melibatkan distributor untuk menjaga pasokan barang masuk ke Balikpapan.
Menurutnya, jalur pengadaan masing-masing komoditas berbeda. Karena itu, keberadaan distributor menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi pangan dari daerah produksi hingga ke pasar Balikpapan.
“Untuk distributor, karena jalur distribusinya berbeda, kita memanfaatkan peran distributor untuk melakukan pengadaan pangan,” katanya.
Pemerintah juga terus memantau perkembangan harga yang terjadi di pasaran. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat apakah perubahan harga masih berkaitan dengan biaya produksi dan distribusi atau sudah berada di luar batas yang dapat diterima.
Di tengah kondisi tersebut, Pemkot Balikpapan juga memanfaatkan sejumlah kegiatan pangan murah untuk membantu masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan yang digelar Polda Kalimantan Timur.
Pemkot juga menyiapkan kegiatan dalam rangka Hari Keluarga Berencana Nasional (Harganas) yang dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pangan dengan harga lebih terjangkau.
Haemusri menyebut pelaksanaan pasar murah oleh pemerintah daerah belum dapat dilakukan secara rutin karena keterbatasan anggaran. Biasanya kegiatan tersebut digelar pada waktu tertentu, terutama bertepatan dengan hari besar keagamaan.
Sementara itu, pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap perkembangan harga komoditas agar kondisi pasokan yang relatif aman, khususnya beras, dapat terus terjaga.
“Yang jelas pemerintah hanya memberikan toleransi 5 persen daripada harga HET. Pemerintah hanya bisa menoleransi itu, selain itu tidak bisa,” tegasnya. (*/ADV/Diskominfo Balikpapan)




